![]() |
Pengurus PMI Provinsi NTB saat keluar di acara Muskab PMI lombok barat |
GLOBAL LOMBOK, LOBAR - Musyawarah Kabupaten PMI Lombok Barat yang digelar Minggu (23/3) di Jayakarta Hotel dinilai kacau.
Sebanyak 10 Ketua Ranting PMI se Lobar yang notabene pemilik suara dalam Muskab itu diusir oleh salah satu pengurus karena sempat melakukan protes atas pelaksanaan kegiatan yang dianggap prematur dan cacat administrasi.
Ketua PMI Ranting Lingsar, Sumaidi alias Edong usai diusir oleh Wakil Ketua PMI Lobar langsung melakukan konferensi pers terkait hal ini.
"Muskab ini prematur, kami minta penjelasan terhadap administrasi yang dilanggar karena ini hal prinsip," ungkapnya.
Dijelaskan, pengurus PMI Lobar ternyata sudah membentuk pengurus ranting yang baru dengan SK kepengurusan 2020/2025. Tentunya menurutnya pengurus itu tidak sah karena tidak dipilih dan ditetapkan sesuai AD/ART yang menyebut bahwa pengurus dipilih melalui musyawarah mufakat.
SK pengurus yang sah menurutnya adalah pengurus dengan SK 2014/2019.
"Kami berani mengatakan bahwa SK pengurus yang dikeluarkan tahun 2020 itu cacat demi hukum dan tidak sah memberikan hak suaranya dalam Muskab ini," ungkap pria yang mengaku sudah menjadi relawan PMI selama 25 tahun ini.

Yang lebih lucu bahwa pengurus sebelum mengusir merek sempat menjelaskan bahwa penerbitan SK pengurus baru itu atas perintah Ketua PMI Lobar, H.Fauzan Khalid dengan alasan kebutuhan pembentukan Satgas Covid waktu itu.
Akan tetapi hal itu ditolak mentah-mentah oleh pihaknya karena jelas tidak pernah dimusyawarahkan terlebih dahulu dan melanggar AD/ART seperti yang disebutkan sebelumnya.
"Bahkan tadi Sekretaris (PMI Provinsi-red) itu mengakui kalau itu salah," jelasnya.
"Sepertinya pengurus PMI (Lobar-red) ini sedang mencoba membangun dualisme," curiganya.
Mengenai hal ini, pihaknya berencana akan melayangkan surat kepada Ketua PMI Lobar, H.Fauzan Khalid untuk meminta klarifikasi terkait hal itu. Bahkan, pihaknya akan meminta PMI Provinsi dan pusat untuk tidak mengeluarkan SK kepengurusan jika memang Muskab tetap dipaksakan terlaksana sampai mendapatkan kejelasan.
Sementara itu, Sekretaris PMI Provinsi yang tampak ikut keluar ruangan Muskab saat dikonfirmasi awak media memilih irit bicara.
"Silakan langsung tanya pengurus saja," ucapnya sambil berlalu.
H.Fauzan Khalid yang dikonfirmasi media ini juga tidak memberikan keterangan lanjut. Dia berdalih bahwa dirinya saat ini sudah bukan menjadi Ketua PMI Lobar.
"Saya sudah bukan Ketua lagi," singkatnya. (gl01)
Komentar0