![]() |
Ketua GERTASI NTB, H.Darmawan Bersama sekretarisnya, Erwin Ibrahim |
GLOBAL LOMBOK, LOMBOK BARAT - Kasus korupsi LCC di Lombok Barat yang sudah diselesaikan oleh Kejaksaan diapresiasi sejumlah pihak.
Tidak terkecuali lembaga GERTASI NTB yang menyatakan angkat topi terhadap Kejaksaan atas kerja kerasnya selama ini sehingga dapat membongkar kasus dimaksud.
Meski begitu, Ketua GERTASI NTB, H.Darmawan mengungkapkan bahwa Kejaksaan tidak boleh terlalu beruforia terhadap keberhasilan yang sudah diraih. Sebab, masih banyak kasus yang harus dibongkar.
"Kami akan melanjutkan laporan terkait dugaan kongkalikong dan korupsi pelelangan 17 titik aset Pemda tahun 2011 dan 2012," ancamnya. Rabu, 26/ 02/25.
Diungkapkan, pihaknya sudah melakukan konsultasi dan klinis hukum bersama salah satu ahli pidana dan mendapatkan data dugaan kerugian negara mencapai Rp. 100 Miliar.
Bahkan dari konsultasi itu, pihaknya dapat menjabarkan tentang modus yang digunakan untuk memuluskan pelelangan tersebut. Antara lain bahwa panitia lelang kabupaten Lombok Barat menunjuk tim Apresault yang diduga bodong atau tidak independen.
Tim lelang dan Tim Apresault juga terindikasi tidak menghitung nilai harga ex bangunan diatas tanah yang dilelang. Dan juga tim lelang dan Tim Apresault tidak mencari data pembanding Nilai Harga Jual Obyek Pajak (NJOP) di seputaran obyek lelang.
"Tim Panitia Lelang yang dibentuk Pemda Kabupaten Lombok Barat tidak pernah menyepakati pelelangan tersebut secara kolektif atau gelondongan untuk 17 titik aset, akan tetapi dalam faktanya pelelangan tersebut dilaksanakan secara gelondongan untuk keseluruhan," ungkapnya.
Dikatakan Darmawan, pihaknya sudah menyusun laporan dugaan tindak pidana korupsi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta yang diduga telah dilakukan secara berjamaah oleh Mantan Bupati Lombok Barat, Tim Panitia Lelang, Pejabat Lelang Negara, Tim Apresault Lelang dan Pemenang Lelang yang merupakan mantan Bendahara Golkar NTB sewaktu Zaini Aroni sebagai Ketua DPD Golkar NTB waktu itu.
"Kami bersama sekretaris kami Erwin Ibrahim dan anggota siap mewakafkan diri untuk mengungkapkan kasus kasus Korupsi di NTB ini," janjinya. (gl 02)
Komentar0