BPOM MATARAM SOSIALISASI OBAT DAN MAKANAN MELALUI KIE KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI ( KIE )

BPOM MATARAM SOSIALISASI OBAT DAN MAKANAN MELALUI KIE
KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI ( KIE )

Lombok Timur,globallombok.com (7/2) bertempat Aula Kantor Camat Wanasaba Lombok Timur (Lotim), Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan ( BPOM ) Mataram, Sosialisasi Obat dan Makanan, melalui Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE).

Sosialisasi ini selain dihadiri tokoh masyarakat. Hadir pula Sekretaris Daerah (Sekda) Lotim, Wakil Komisi IX DPR RI Dapil NTB Hj. Ermalena MHS, Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Makanan BPOM RI, Kepala Balai BPOM Mataram, Dra. Ni GAN Suarningsih, Apt.,MH, OPD terkait, Camat Wanasaba, tokoh agama , masyarakat, pemuda dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Balai BPOM Mataram, Dra. NI GAN Suarningsih, Apt. MH menjelaskan, obat dan makanan tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Kalaupun sakit, pasti akan butuh obat. Dimana obat tradisional pada era sekarang ini, kita ketahui peredarannya sangatlah cepat dan berbagai jenis. Sehingga, masyarakat harus tahu cara memilih dan memilah produk-produk tersebut, apakah aman untuk dikonsumsi.

Golongan obat bebas, sangat banyak sekali beredar. Terutama, obat keras termasuk narkotika dan psikotropika. Golongan obat keras saat ini, banyak sekali dan mudah ditemukan oleh masyarakat di kota maupun didesa. Penyalurannya, melalui kios, toko obat, puskesmas, klinik dan rumah sakit. Keamanan pangan merupakan syarat penting, yang harus melekat pada pangan yang akan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Termasuk pemanfaatan bahan berbahaya yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Bahan-bahan tersebut, jika digunakan dengan fungsi yang sesungguhnya, akan memberikan manfaat yang besar. Sebaliknya, akan memberikan dampak negatif yang sangat besar, dimana masyarakat masih belum pengetahuan yang cukup, untuk membentengi diri dari penggunaan obat dan makanan, yang berisiko bagi kesehatan.

Diakhir sambutannya disampaikan dengan adanya kegiatan ini akan memberikan penjelasan dan pengetahuan yang lebih jauh tentang obat dan makanan yang aman dan bermanfaat bagi kita, ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Lotim melalui Sekda, H. Rohman Farly, MM, mengatakan, manusia ini mustahil dapat bertahan kalau kita tidak makan dan kalau kita tidak sehat.

Dalam amanat konstitusi, yaitu dalam pembukaan Undang Undang Dasar yang salah satunya berbunyi, Pemerintah berkewajiban untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

” Maka kesejahteraan yang dimaksud kesejahteraan umum itu, adalah kesehatan. Karena itu, Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten/Kota, harus menangani secara khusus masalah kesehatan. Ini merupakan prasyarat untuk menentukan indeks pembangunan manusia pada setiap tempat.

Rohman juga mengatakan, jika berbicara masalah makanan, maka kita sudah berada pada tahap yang gampang-gampang susah. Semakin sejahtera manusia itu, maka semakin dihadapkan pada pilihan apa yang harus dimakan.

Sekda juga menyampaikan bahwa, masalah makanan adalah paradoks. Masyarakat semakin sejahtera, namun angka stunting di Lotim mencapai angka 40 persen, dari jumlah kelahiran yang ada. Sehingga, masyarakat kita ini kelihatan pendek-pendek, mudah terserang penyakit dan harus segera diperangi oleh pemerintah. Namun dengan adanya program BPJS Kesehatan saat ini, kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat kesehatan sangat baik.

Kita harus banyak berterima kasih kepada pemerintah, yang secara terus menerus memperhatikan kesehatan masyarakatnya di Indonesia, khususnya di Lotim ini.

Acara dilanjutkan dengan dialog / tanya jawab yang dipandu langsung oleh Wakil Komisi IX DPR RI Dapil NTB, Hj. Ermalena MHS.(gl 02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *