Ini kata Bupati,Sukiman Ingatkan Kepala Desa Berhati~ Hati

Ini kata Bupati,Sukiman Ingatkan Kepala Desa Berhati~ Hati

Lombok timur,globallombok.com Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy meminta kepala desa untuk lebih aktif mencari dana untuk pembangunan di wilayahnya, dan tidak hanya mengandalkan dana dari kabupaten saja. Hal itu disampaikan pada rakor pembangunan bagi lima kecamatan di wilayah utara yang berlangsung di Aula Camat Pringgabaya, 14 Januari.

Bupati juga mengingatkan agar berhati-hati dalam pengelolaan dana, termasuk dana desa agar tidak terjerat hukum. Kaitannya dengan lima kecamatan ini sebagai wilayah terdampak gempa, Bupati meminta pula agar kepala desa berhati-hati terhadap masuknya aplikator pembangunan rumah tahan gempa (RTG).

Seperti disampaikan sebelumnya, Bupati melihat aplikator sebagai salah satu kendala dalam penyelesaian. Hal tersebut diingatkan Bupati agar berdiskusi terlebih dahulu dengan Pokmas, fasilitator, dan pihak terkait lainnya.

Masih kepada para kades, Bupati mengingatkan agar dapat bekerjasama dengan aparat desa termasuk Kades. Sebab fungsi aparat desa untuk membantu tugas kades. Ini tidak boleh dihambat oleh perbedaan pilihan atau pandangan politik.

Sementara itu kepada Kecamatan ditegaskan agar memanfaatkan aset daerah yang ada di kecamatan secara optimal, “jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak asing.

” Pemkab bahkan menyatakan siap mempertahankan aset tersebut dengan cara hukum. Bupati juga meminta tiap kecamatan memanfaatkan lahan kosong yang tidak dioptimalkan untuk Ruang Terbuka Hijau. Kecamatan Pringgabaya ditunjuk sebagai kecamatan pertama dengan membuat taman.

Tahun 2019 ini pembangunan di Lombok Timur difokuskan di wilayah selatan. Kebijakan ini diambil karena melihat kondisi wilayah tersebut yang relatif membutuhkan sentuhan secepatnya. Bupati menyatakan tahun 2020 mendatang fokus akan bergeser ke wilayah utara.

Selain Kades dan Camat, Bupati juga mengingatkan kepala OPD agar mempercepat proses pembangunan seperti yang telah direncanakan. “Jangan ada yang terlambat,” Bupati memberikan tenggat Februari untuk dimulainya pengaspalan jalan sebagai salah satu infrastruktur yang dibangun.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Lombok Timur, Ir. Ahmad Dewanto Hadi dalam arahannya menyampaikan bahwa Alokasi infrastruktur tahun 2019-2021 yaitu APBD Non DAK sebesar Rp. 300.000.000.000,- dengan Porkir sebesar Rp. 66.500.000.000,- sementara DAK Fisik 2019 sebesar Rp. 294.164.762.000,-.

Untuk KePUan, Lingkungan hidup, perumahan dan permukiman, Kesehatan, Pendidikan, Pertanian dan Peternakan serta Pokir untuk 5 Kecamatan yaitu : Kecamatan pringgabaya dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp. 16.680.548.160,-, Kecamatan Sembalun sebesar Rp. 23.386.898.215,-, kecamatan Sambelia sebesar Rp. 27.851.825.665,-, kecamatan suela sebesar Rp. 26.453.359.500,-, Dan kecamatan Wanasaba sebesar Rp. 46.999.482.610,-.

Rakor ini diikuti seluruh Desa di lima kecamatan, yaitu Pringgabaya, Suela, Sambelia, Wanasaba, dan Sembalun dengan membawa Kepala Desa, Ketua BPD, Ketua LKMD/LKMK.
Rakor dilanjutkan dengan dialog dan Tanya jawab yang dipandu Assisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Sekda Kabupaten Lombok Timur.(hl 02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *