Lombok Timur, Kabupaten Potensial untuk Investasi

Lombok Timur, Kabupaten Potensial untuk Investasi

Selong,globallombok.com~ Untuk kedua kalinya Lombok Timur meraih penghargaan Kategori Kabupaten Potensial, dan Kabupaten Potensial untuk Kategori Investasi dalam Indonesia`s Atractiveness Award (IAA) yang diselenggarakan Majalah Tempo bekerjasama dengan Frontier consulting grup. Tahun 2018 ini merupakan penyelenggaraan tahun ke empat dan Kabupaten Lombok Timur meraih peringkat “Gold”, sebagai Kabupaten Potensial sektor Investasi. Malam penghargaan Indonesia Atractiveness Award 2018 berlangsung pada Jumat, 15 September 2018 di Ballroom Dua Mutiara, Hotel JW Marriot Jakarta yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Penghargaan diterima Penjabat Bupati Lombok Timur Drs.H.Lalu Syafii,MM didampingi Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Lombok Timur Ahmad Subhan,SH.

Terpilihnya Kabupaten Lombok Timur sebagai pemenang Indonesia`s Attractiveness Award (IAA) dua tahun berturut-turut, tidak saja menunjukkan adanya potensi besar Kapubaten Lombok Timur untuk dapat menarik minat para investor berbagai industri dan pelaku bisnis beragam sektor untuk turut memajukan perekonomian daerah, tapi juga menunjukkan kesungguhan, kerja keras dan konsistensi Pemerintah dalam pembangunan. Hal tersebut terkait komponen penilaian yaitu, investasi, infrastruktur, pariwisata, dan pelayanan publik.

Salah satu tujuan IAA adalah meningkatkan kesadaran kepala daerah tentang pentingnya menjadikan daerah sebagai tujuan investasi dan pembangunan daerah. Selain itu IAA diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kepala daerah untuk membangun strategi-strategi yang lebih terarah dan jelas di masa depan.”jelasnya.

Investasi merupakan salah satu prioritas dalam pembangunan ekonomi. Sejumlah kebijakan yang diambil pemerintah untuk mendorong investasi di kabupaten Lombok Timur dapat dilihat dari keberadaan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP). Selain itu ada pula Peraturan Bupati Lombok Timur Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendelegasian Wewenang Bupati kepada Kepala Dinas PMPTSP untuk penerbitan perizinan dan non perizinan di bidang penanaman modal, yang dimaksudkan memudahkan perizinan. Hasilnya hingga 2018 sebanyak 61 Perusahaan yang bergerak dalam sektor Pariwisata, Industri, Energi, Pertambangan, Telekomunikasi, Peternakan, dan Perikanan/ Kelautan telah menanamkan modalnya. Dari 61 Perusahaan tersebut, berdasarkan sumber Penanaman modalnya, 14 merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 47 perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA). Jumlah investasinya mencapai Rp. 2.421.585.144.834,- dan US$ 156.334.000,-
Dampak positif dari meningkatnya pelayanan perizinan tersebut adalah meningkatnya Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di bidang perizinan.

Tahun 2018 hingga Bulan Agustus 2018, Jumlah PAD yang masuk Kas Daerah sebesar Rp. 1,76 Milyar Rupiah lebih. Mengingat masih banyaknya potensi yang bisa digali, utamanya di sektor pariwisata, tentunya jumlah tersebut masih dapat terus ditingkatkan.”ungkapnya.

Menghitung potensii dari wisata alam saja terdapat sejumlah spot destinasi wisata yang ” Potensial”. Sebut saja Rinjani yang sejak Juni lalu ditetapkan UNESCO sebagai Global Geopark, lalu pantai Pink di kawasan Jerowaru yang sudah tersohor, dan destinasi lain yang menyimpan potensi besar. Belum lagi bila menghitung potensi kekayaan seni dan budaya. Tentunya semua itu menjadi tugas Pemerintah, dengan Kepala Daerah yang memiliki visi misi yang tegas, jelas, serta terarah dan tentunya dengan dukungan penuh dari masyarakat agar investasi di Lombok Timur semakin bergerak maju.”jelasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Bupati se-Lombok Hadiri Diskusi Publik Kebencanaan

Sab Sep 15 , 2018
Tiga Bupati se-Lombok Hadiri Diskusi Publik Kebencanaan Jakarta,globallombok.com -Bertempat di Kantor Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Center diselenggarakan diskusi publik terkait penanganan bencana gempa Lombok di Jakarta, dalam rangka HUT KAHMI ke-52 bertajuk Membangun Komitmen Percepatan Bantuan dan Rehabilitasi Bencana Gempa Lombok (14/9). Hadir saat itu sebagai penanggap kebijakan […]